English [en]   العربية [ar]   български [bg]   català [ca]   Deutsch [de]   español [es]   français [fr]   Bahasa Indonesia [id]   日本語 [ja]   한국어 [ko]   Nederlands [nl]   polski [pl]   română [ro]   русский [ru]   српски [sr]   தமிழ் [ta]   简体中文 [zh-cn]   繁體中文 [zh-tw]  

This translation may not reflect the changes made since 2015-12-19 in the English original. Please see the Translations README for information on maintaining translations of this article.

Mengapa anda sebaiknya tidak menggunakan LGPL untuk kepustakaan anda selanjutnya?

Proyek GNU memiliki dua lisensi dasar yang diterapkan dalam pengunaan kepustakaan. Yang pertama adalah GNU Lesser GPL (LGPL; Lisensi Publik Sedikit Kurang Umum GNU), kedua adalah GNU GPL biasa. Hasil pemilihan penggunaan lisensi ini ternyata nantinya akan mengakibatkan perbedaan yang cukup besar: Penggunaan LGPL memberikan izin untuk digunakan pada kepustakaan program-program berlisensi. Sedangkan penggunaan GPL biasa hanya diperuntukkan bagi program-program bebas.

Lisensi mana yang lebih baik digunakan untuk kepustakaan tergantung dari strategi yang diterapkan dan bergantung pula pada situasi saat itu. Pada masa ini, sebagian besar kepustakaan GNU mencakup Lesser GPL, dan itu berarti bahwa kita hanya menggunakan satu dari dua strategi serta mengabaikan yang lainnya. Oleh sebab itu kami melakukan pencarian kepustakaan-kepustakaan mana yang sekiranya dapat menggunakan GPL biasa.

Para pembangun perangkat lunak berlisensi memiliki keuntungan berupa uang, para pembangun perangkat lunak bebas juga menghasilkan keuntungan satu sama lain. Dan ternyata penggunaan GPL biasa bagi suatu kepustakaan akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi para pembangun perangkat lunak bebas dibandingan dengan pembangun perangkat lunak berlisensi. Karena kepustakaan itu memang hanya dapat digunakan oleh mereka, tidak oleh para pembangun perangkat lunak berlisensi tersebut.

Penggunaan GPL biasa tidak selalu memberikan keuntungan bagi setiap kepustakaan. Ada beberapa kasus-kasus tertentu dimana penggunaan Lesser GPL merupakan pilihan yang lebih baik Kasus yang paling umum terjadi adalah ketika fitur-fitur dari kepustakaan bebas telah siap untuk digunakan oleh perangkat lunak berlisensi melalui kepustakaan alternatif lainnya. Pada kasus tersebut, kepustakaan tidak dapat memberikan keuntungan bagi perangkat lunak bebas, maka akan lebih baik jika ia menggunakan Lesser GPL untuk kepustakaannya.

Inilah alasan mengapa kita menggunakan Lesser GPL yang lebih kurang GNU C. Setelah kesemuanya itu, terdapat cukup banyak kepustakaan-kepustaan C lainnya. Penggunaan GPL yang kita lakukan menjadikan para pembuat perangkat lunak berlisensi menggunakan kepustakaan lainnya yang menjadi masalah bagi kita namun tidak bagi mereka.

Bagaimanapun juga, ketika kepustakaan menyediakan kemampuan khusus yang hanya dimilikinya seperti GNU Readline, itu adalah sesuatu yang menjadi perbedaan. Kepustakaan Readline menerapkan perbaikan masukan dan sejarah untuk program-program interaktif dan hal tu merupakan fasilitas yang tidak dengan mudah dapat ditemukan dimanapun. Dengan melepaskannya di bawah GPL dan membatasi penggunaannya bagi program-program bebas menjadikan kelompok kita berkembang pesat. Setidaknya satu program aplikasi seperti perangkat lunak yang ada sekarang ini dapat muncul karena pentingnya penggunaan Readline.

Jika kita mengumpulkan satu koleksi kepustakaan GPL bersampul yang hebat dan tidak mempunyai persamaan yang sesuai untuk perangkat lunak berlesensi, mereka akan menyediakan tingkat kegunaan modul-modul untuk melayani sebagai balok rintangan dalam program-program bebas yang baru. Hal ini akan menjadi keuntungan yang sangat besar bagi pengembangan perangkat lunak selanjutnya, dan beberapa proyek akan menentukan untuk membuat perangkat lunak bebas yang nantinya dipakai oleh kepustakaan ini. Proyek-proyek universitas dengan mudah dapat dipengaruhi; Saat ini, banyak perusahaan mulai menyadari untuk membuat perangkat lunak bebas, bahkan beberapa proyek komersiil dapat dipengaruhi dengan cara ini.

Para pembangun perangkat lunak berlisensi, mencoba untuk meniadakan kompetisi bebas sebagai keuntungan besar, dan mencoba untuk meyakinkan para penulis agar tidak menambah kepustakaan dengan kumpulan GPL bersampul. Contohnya, mereka mungkin mempertimbangkan egonya, menjanjikan “lebih banyak pengguna untuk kepustakaan ini” jika kita membiarkan mereka menggunakan kode dalam produk-produk perangkat lunak berlisensi. Ketenaran memang menarik, dan mudah bagi seorang pembangun untuk mengembangkan ide yang mendorong ketenaran dari sebuah kepustakaan adalah apa yang paling dibutuhkan masyarakat diatas segalanya.

Namun kita tidak seharusnya mendengarkan godaan ini, karena kita dapat menerima lebih jika kita berdiri bersama. Para pembangun perangkat lunak sebaiknya saling mendukunng satu dengan lainnya. Dengan menyadari kepustakaan yang dibatasi pada perangkat lunak bebas saja, kita dapat membantu paket-paket perangkat lunak bebas lainnya mengalahkan alternatif-alternatif berlisensi. Keseluruhan pergerakan perangkat lunak bebas akan memperoleh ketenaran, karena perangkat lunak bebas sebagai suatu keseluruhan akan menumpuk lebih baik dalam menentang kompetisi.

KEMBALI KE ATAS


[FSF logo]“Our mission is to preserve, protect and promote the freedom to use, study, copy, modify, and redistribute computer software, and to defend the rights of Free Software users.”

The Free Software Foundation is the principal organizational sponsor of the GNU Operating System. Support GNU and the FSF by buying manuals and gear, joining the FSF as an associate member, or making a donation, either directly to the FSF or via Flattr.