English [en]   العربية [ar]   Azərbaycanca [az]   български [bg]   বাংলা [bn]   català [ca]   čeština [cs]   dansk [da]   Deutsch [de]   ελληνικά [el]   español [es]   فارسی [fa]   français [fr]   hrvatski [hr]   magyar [hu]   Bahasa Indonesia [id]   italiano [it]   日本語 [ja]   한국어 [ko]   lietuvių [lt]   മലയാളം [ml]   Nederlands [nl]   polski [pl]   português do Brasil [pt-br]   română [ro]   русский [ru]   தமிழ் [ta]   Türkçe [tr]   українська [uk]   繁體中文 [zh-tw]  

This translation may not reflect the changes made since 2009-09-05 in the English original. Please see the Translations README for information on maintaining translations of this article.

Mengapa Perangkat Lunak Seharusnya Tanpa Pemilik

oleh Richard Stallman

Sumbangan teknologi informasi digital kepada dunia ialah kemudahan kita menyalin serta mengubah informasi. Komputer menjanjikan untuk memudahkan hal tersebut untuk kita semua.

Tidak semua menginginkan kemudahan ini. Sistem hak cipta membuat perangkat lunak berpemilik—yang kebanyakan diantara mereka—berniat untuk menghalangi masyarakat untuk mendapatkan potensi manfaat dari perangkat lunak. Mereka ingin menjadi satu-satunya pihak yang berhak untuk menyalin atau pun mengubah perangkat lunak yang kita gunakan.

Sistem hak cipta berkembang di dunia cetak-mencetak—sebuah teknologi untuk menyalin secara besar-besaran. Sistem ini cocok dengan teknologi ini, karena hak cipta tersebut diberlakukan kepada para pemilik percetakan. Hak cipta tersebut tidak membatasi kebebasan para pembaca buku. Seorang pembaca biasa, yang tidak memiliki percetakan, boleh menyalin buku dengan pulpen dan tinta, dan hanya sedikit pembaca yang dituntut untuk melakukan itu.

Teknologi digital itu jauh lebih luwes dari pada percetakan: jika informasi berbentuk digital, secara mudah anda dapat menyalinnya untuk berbagi dengan rekan yang lain. Keluwesan tersebut tidak cocok dengan sistem hak cipta. Hal inilah menyebabkan peningkatan penggunaan cara kasar dan culas dalam penegakan sistem hak cipta perangkat lunak. Perhatikan keempat cara berikut yang digunakan oleh Software Publishers Association (SPA, Asosiasi Penerbit Perangkat Lunak):

Keempat cara di atas, mirip dengan yang dahulu dilakukan di Uni Soviet. Ketika itu, setiap mesin foto kopi harus ada penjaganya—agar tidak “disalah-gunakan”. Infomasi harus dikopi secara diam-diam, lalu diedarkan dari tangan ke tangan sebagai samizdat. Tentu saja terdapat perbedaan: pengendalian informasi di Uni Soviet bertujuan politik, sedangkan di Amrik bertujuan meraup laba. Akan tetapi, kitalah yang terkena dampak pelaksanaan tindakan tersebut, dan bukan tujuannya. Setiap usaha untuk menghalangi berbagi informasi—apa pun alasannya—cenderung menggunakan cara serta keculasan yang serupa.

Terdapat beberapa cara yang digunakan oleh para pemilik, agar dapat mengendalikan cara kita menggunakan informasi:

Apakah yang dibutuhkan oleh masyarakat? Masyarakat membutuhkan informasi yang tersedia untuk penduduknya—sebagai contoh, program-program yang dapat dibaca, diperbaiki, diadaptasi, dan ditingkatkan kinerjanya, dan tidak hanya dioperasikan. Tetapi apa yang biasanya para pemilik perangkat lunak berikan adalah kotak hitam yang tidak bisa kita pelajari dan ubah.

Masyarakat juga membutuhkan kebebasan. Ketika program mempunyai pemilik, para pemakai kehilangan kebebasan untuk mengendalika bagian dari kehidupan mereka.

Dan dari semua itu, masyarakat perlu mendorong semangat kerjasama sukarelawan antara warga. Ketika para pemilik perangkat lunak mengatakan kepada kita bahwa membantu tetangga kita adalah “pembajakan”, mereka mencemarkan semangat kemasyarakatan kita.

Inilah alasan mengapa kita katakan bahwa perangkat lunak bebas adalah masalah kebebasan, bukan harga.

Alasan ekonomi bagi pemilik adalah kekeliruan, tetapi isu ekonomi adalah hal nyata. Beberapa orang menulis kegunaan perangkat lunak untuk kesenangan dalam penulisannya atau untuk penghargaan dan cinta; tetapi jika kita ingin perangkat lunak lebih banyak dari apa yang mereka tulis, kita perlu untuk mengumpulkan dana.

Selama sepuluh tahun terakhir, para pengembang perangkat lunak bebas telah mencoba bermacam cara untuk mencari dana, dengan beberapa keberhasilan. Tidak perlu untuk membuat seseorang menjadi kaya; rata-rata pendapatan keluarga di Amrik, ialah USD 35000, membuktikan cukup insentif untuk pekerjaan-pekerjaan yang kurang memuaskan daripada pemrograman.

Selama bertahun-tahun, hingga mendapatkan sebuah sumbangan tetap, saya mencari nafkah dari pengembangan perangkat lunak bebas yang saya tulis. Setiap pengembangan ditambahkan kepada versi standar yang dirilis dan kemudian menjadi tersedia untuk umum. Klien membayar saya untuk itu saya mau bekerja untuk penambahan yang mereka inginkan, daripada hal-hal yang lebih saya anggap sebagai prioritas yang utama.

Beberapa pengembang perangkat lunak bebas mendapat penghasilan dengan menjual pelayanan. Cygnus Support, dengan sekitar 50 pekerja [ketika artikel ini ditulis], memperkirakan bahwa sekitar 15 persen dari kegiatan stafnya dalam mengembangkan perangkat lunak bebas—sebuah persentasi yang patut dihargai untuk perusahan perangkat lunak.

Perusahan-perusahaan termasuk Intel, Motorola, Texas Instruments dan Analog Devices telah bergabung untuk menyediakan kelanjutan pengembangan dari kompiler GNU bebas untuk bahasa C. Sementara, kompiler GNU untuk bahasa Ada telah dibiayai oleh Angkatan Udara Amrik, yang percaya ini adalah cara yang paling efektif dari segi biaya untuk mendapatkan mutu kompiler yang tinggi (Angkatan Udara mengakhiri pembiayaan beberapa waktu yang lalu; kompiler Ada GNU sekarang sedang dipakai, dan pemeliharaannya dibiayai secara komersil).

Semua contoh diatas masih permulaan; pergerakan perangkat lunak bebas masih kecil dan masih muda. Tetapi contoh dari sistem pemancar radio di negara ini (Amrik), menunjukkan kemungkinan untuk mendukung aktivitas besar tanpa memaksa pemakai untuk membayar.

Sebagai pengguna komputer sekarang, anda mungkin menggunakan program berpemilik. Jika teman anda meminta untuk membuat salinan, akan salah jika menolaknya. Kerjasama lebih penting dari pada hak cipta. Tetapi secara sembunyi-sembunyi, kerjasama tertutup tidak dibuat untuk masyarakat yang baik. Seseorang harus memiliki aspirasi untuk hidup dengan ihklas dan terbuka dengan bangga, dan ini berarti mengatakan tidak untuk kepemilikan perangkat lunak.

Anda berhak untuk dapat bekerjasama secara terbuka dan bebas dengan orang lain yang menggunakan perangkat lunak. Anda berhak untuk dapat mempelajari bagaimana perangkat lunak itu bekerja, dan untuk mengajari murid Anda tentang hal tersebut. Anda berhak untuk dapat memperkerjakan pemrogram pilihan Anda untuk memperbaiki perangkat lunak tersebut jika rusak.

Anda berhak atas perangkat lunak bebas.


Esai ini telah dipublikasikan dalam buku Free Software, Free Society: The Selected Essays of Richard M. Stallman.

KEMBALI KE ATAS


[FSF logo]“Our mission is to preserve, protect and promote the freedom to use, study, copy, modify, and redistribute computer software, and to defend the rights of Free Software users.”

The Free Software Foundation is the principal organizational sponsor of the GNU Operating System. Support GNU and the FSF by buying manuals and gear, joining the FSF as an associate member, or making a donation, either directly to the FSF or via Flattr.